Tech in Asia akan terus memperbarui daftar ini. Kamu dapat membantu berkontribusi dalam daftar ini dengan mengirimkan informasi apapun seputar PHK serta karyawan yang terdampak.

Pepatah “tak ada yang abadi” sepertinya tepat menggambarkan kondisi industri startup di Asia. Di tengah tren likuiditas yang mengetat, maka tak mengherankan apabila pendanaan VC di Asia mengalami penurunan.

Berdasarkan laporan KPMG, pendanaan venture capital (VC) di kawasan Asia-Pasifik turun menjadi US$20,3 miliar pada Q3/2023. Ini merupakan yang terendah sejak Q1/2017.

Krisis pendanaan ini telah menyebabkan lebih dari 100.000 karyawan startup teknologi di seluruh Asia terdampak PHK.

Akan tetapi, pendanaan VC di Asia Tenggara akhirnya kembali stabil. Pada 2023, penurunannya hanya sedikit dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Total pendanaan VC pada 2023 lalu sebesar U$18,2 miliar (Rp296,61 triliun). Nilai tersebut hanya turun 2% dibandingkan dengan capaian pada 2022 senilai US$18,7 miliar (Rp304,75 triliun).

Berikut adalah detail mengenai PHK (yang terungkap ke publik) yang kami pantau di kawasan Asia Tenggara serta India dan Cina.

Berikut adalah perusahaan dengan jumlah karyawan yang terbanyak di-PHK:

PHK terbesar di India baru-baru ini terjadi di perusahaan e-commerce JioMart, yang berencana mengurangi 11.000 karyawan, serta edtech seperti Adda 247 dan Physicswallah, yang masing-masing dilaporkan mengurangi sekitar 300 dan 120 karyawan.

Jumlah PHK terungkap di Cina jauh lebih sedikit dibandingkan Asia Tenggara pada akhir 2023. Pengetatan regulasi yang telah menyebabkan kerugian sebesar US$1 triliun (Rp16,30 kuadriliun) di industri big tech negara itu telah berakhir. Hal itu menandakan lebih stabilnya industri teknologi di Cina.

Meski demikian, Binance melakukan PHK terhadap 1.000 karyawannya pada November 2023. PHK tersebut sebagian besar dilakukan di Nuverse, unit gimnya.

Binance merupakan satu dari hanya tiga perusahaan di Cina yang mengumumkan PHK.

Secara keseluruhan, jumlah karyawan yang terdampak PHK di Cina pada 2023 jauh lebih sedikit dibandingkan Asia Tenggara dan India.

Akan tetapi, jumlah PHK yang terungkap pada tahun itu lebih sedikit, walaupun pengurangan karyawan dilaporkan terus terjadi di negara itu.

Sebagaimana diperkirakan, startup-startup yang mengalami PHK berada di tahap lanjut. Di Cina dan India, banyak perusahaan pasca-seri C yang mengurangi karyawannya. Hal tersebut juga terjadi di Asia Tenggara. Akan tetapi, angka PHK startup seri A dan B di kawasan ini juga lebih tinggi.

Kami berharap, seiring kami terus memperbaruinya, basis data ini bisa berguna bagi siapapun yang ingin menggali fenomena PHK di startup teknologi di Asia Tenggara. Kami memaklumi ada data yang kurang lengkap. Untuk itu, silakan hubungi lokesh.choudhary@techinasia.com untuk membantu melengkapinya.


Baca juga artikel lain seputar PHK di sini.

Kurs US$1 = Rp16.297

Artikel ini pertama kali diriset dan ditulis oleh Collin Furtado.

(Artikel ini pertama kali dipublikasikan di dalam Bahasa Inggris. Isi di dalamnya telah diterjemahkan dan dimodifikasi oleh Mas Daffa Pratamadirdja sesuai dengan standar editorial Tech in Asia Indonesia. Diedit oleh Yustinus Andri)

RSS
Follow by Email
FbMessenger