Halo pembaca Tech in Asia Indonesia!

Sektor software-as-a-service (SaaS) tampak makin menjanjikan, ya? 🤑

Beberapa pemain seperti HashMicro dan Mekari sama-sama mengeklaim telah berhasil mencetak profitabilitas, bahkan tumbuh hingga berkali lipat!

Namun keberhasilan keduanya tidak diperoleh dengan mudah begitu saja. Sebab sejumlah riset menyebutkan bahwa adopsi SaaS di Indonesia sebetulnya masih terbilang belum optimal. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang, termasuk kemungkinan hadirnya para pemain baru lain dalam gelanggang pertarungan SaaS di Indonesia.

Baca cerita selengkapnya tentang bagaimana HashMicro dan Mekari menyusun strategi untuk mengeruk potensi bisnis dari solusi SaaS di tengah pasar yang belum optimal.

Semoga terinspirasi dan selamat berinovasi! 🚀


KONTEN EKSKLUSIF

Strategi HashMicro dan Mekari raih profit saat adopsi SaaS belum optimal

Berdasarkan laporan Tech in Asia dan Mekari pada 2023, tingkat adopsi SaaS di perusahaan-perusahaan Indonesia baru mencapai 64 persen. Sementara Data Center for Strategic and International Studies (CSIS) pun menyebutkan baru 30 persen dari 169 lembaga publik di dalam negeri yang mengadopsi layanan cloud, termasuk SaaS.

Tantangan tersebut berbalik menjadi peluang bagi HashMicro dan Mekari untuk mendulang profitabilitas bisnis. Sejak dirintis pada 2015, HashMicro mengeklaim telah berhasil mencetak untung. Sedangkan Mekari mengaku laba perusahaannya berhasil tumbuh dan disebut-sebut telah mencapai nominal angka dua digit. Berikut strategi keduanya:

  • Sasar segmen pasar tepat: Chief Business Development Officer HashMicro Lusiana Lu bercerita, HashMicro menyasar segmen yang cukup spesifik, yaitu koperasi dan perusahaan skala besar, saat mulai beroperasi. Strategi ini disebutnya berhasil lantaran memiliki peta jalan pengembangan produk yang jelas dan terukur.
  • Jangan hanya fokus produk: Selain produk yang sesuai dengan kebutuhan segmen pasar yang dituju, AVP Product Management Mekari Mohamad Ariau Akbar berpendapat, strategi pemasaran juga merupakan hal yang penting dilakukan. Ini akan membantu meningkatkan metrik utama dari produk SaaS yang dikembangkan.
  • Dorong profit lewat ekspansi: Saat ini, baik HashMicro dan Mekari, sama-sama mulai membidik segmen pasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya lebih besar ketimbang enterprise. HashMicro pun berencana melebarkan bisnis ke Filipina dan Malaysia, setelah hadir di Indonesia dan Singapura. Sedangkan Mekari masih berfokus menggarap pasar lokal dengan menyasar kota-kota baru.

TLDR, dari artikel tersebut kamu memetik beberapa hal sebagai berikut:

  • Jika kamu seorang founder startup:
    • Kamu dapat memanfaatkan peluang dengan menyasar segmen pasar yang spesifik dan memiliki potensi besar, seperti yang dilakukan HashMicro dan Mekari. Selain itu, penting untuk fokus pada strategi pemasaran yang tepat untuk meningkatkan adopsi produk SaaS serta mempertimbangkan ekspansi ke pasar yang lebih luas atau segmen UMKM guna mendorong profitabilitas.
  • Jika kamu seorang investor:
    • Kamu bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi di perusahaan SaaS yang memiliki peta jalan pengembangan produk yang jelas dan strategi pemasaran yang efektif. Selain itu, memperhatikan rencana ekspansi dan diversifikasi pasar seperti yang dilakukan HashMicro dan Mekari dapat menjadi indikator penting dari potensi pertumbuhan serta profitabilitas perusahaan tersebut.

ARTIKEL PREMIUM LAINNYA

Para startup BNPL Asia Tenggara yang bertahan saat krisis pendanaan

Gambaran besarnya: Sepanjang 2 tahun belakangan ini, pelaku fintech yang berfokus pada layanan buy now pay later (BNPL) di Asia Tenggara mengalami periode sulit karena krisis pendanaan. Jumlah perusahaan yang gulung tikar dilaporkan terus bertambah, di antaranya LatitudePay, Pace, dan Ablr. Peta pemain di sektor ini pun menjadi sangat dinamis dan terus berubah secara cepat.

Kenapa ini penting: Memahami dinamika industri BNPL di Asia Tenggara dapat memberikan gambaran terkait persaingan dan strategi investasi yang tepat. Tak hanya lanskap, laporan ini juga dapat memberikan kamu pemahaman yang komprehensif dengan data-data penunjang yang mungkin dibutuhkan dalam menentukan haluan bisnis ke depan.

Masalahnya:

  • Krisis pendanaan bagi para pemain di sektor ini masih belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
  • Pemain besar, seperti Grab, Shopee, dan Atome, memimpin pangsa pasar BNPL di sejumlah negara Asia Tenggara.
  • Sepanjang 2024 berjalan, pendanaan berbasis utang (debt) mendominasi. Beberapa pemain yang telah mengantonginya antara lain Akulaku, Atome, dan BillEase.
  • Beberapa investor jumbo di industri BNPL Asia Tenggara merupakan lembaga keuangan dari Jepang. Dalam 2 tahun terakhir, MUFG dan Mizuho secara akumulatif telah menggelontorkan dana mencapai US$570 juta (Rp9,26 triliun).

Solusinya: Perusahaan BNPL yang didukung oleh pemain ritel atau fintech yang mapan memiliki performa bisnis yang lebih baik dibanding pemain murni single fighter. Beberapa solusi bertahan bagi para pemain murni adalah mengeksplorasi peluang exit via merger atau akuisisi, seperti yang dilakukan Fave, Hoolah, dan Rely.

💡 BRAINFOOD

Cognitive Behavior Therapy (CBT) adalah salah satu latihan yang paling banyak menjadi subjek penelitian di dunia psikologi dan terbukti dapat membantu orang dengan kecemasan atau depresi. 🧠

Namun menariknya, teknik ini juga baik untuk dilakukan oleh setiap orang guna memastikan mereka punya bantuan ketika pikiran negatif sedang menyerang serta membantu membuat mental jadi lebih kuat. 😄

Salah satu yang dapat kamu lakukan adalah ✨CBT Journaling✨, yakni menjurnal dengan panduan pertanyaan yang bisa kamu jawab. Dengan melakukan ini secara rutin, kamu dapat mengenali cognitive distortion mulai dari kebiasaan selalu membayangkan hal terburuk terjadi atau jalan pikiran yang langsung melompat ke kesimpulan.

Hal ini mungkin akan menjadi investasi terbesar yang bisa kamu lakukan untuk pikiran kamu. Cari tahu lebih lanjut bagaimana memulainya di sini! 👀

KABAR LAIN

  • Xurya raih investasi senilai US$55 juta (sekitar Rp897,9 miliar) yang dipimpin Norwegian Climate Investment Fund dari Norfund dan partisipasi Swedfund, Clime Capital, British International Investment (BII), serta AC Ventures. Tidak disebutkan ronde pendanaannya.
  • Perusahaan penyedia layanan keamanan siber asal Inggris, Sophos, merilis laporan berjudul 2024 Sophos Threat Report yang mengulas serangan siber terhadap usaha kecil dan menengah (UKM). Pada 2023, hampir 50 persen dari deteksi malware yang bertujuan mencuri data dari UKM berupa keylogger, spyware, dan stealer.
  • Google memberikan klarifikasi atas dugaan praktik monopoli yang dilakukan melalui layanan Google Play Billing (GPB) yang kini telah memasuki masa persidangan perdana oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Melansir Bisnis, Director Google Play APAC Scaled Partner Management & Ecosystem Partnership Kunal Soni mengatakan pihaknya bakal berkolaborasi dengan KPPU untuk menunjukkan transparansi dan pilihan yang Android dan Google Play tawarkan bagi para developer maupun pengguna.

Tech in Asia Indonesia ingin mengetahui insight dan opini kamu. Ayo sampaikan pendapat dan masukanmu via kolom komentar atau email ke ed@techinasia.com.

(Diedit oleh Mujahid Fidinillah)

RSS
Follow by Email
FbMessenger